skip to Main Content

Apakah itu Inflasi: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya

0 Shares

Pengertian Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Pada saat terjadi inflasi, terjadi penurunan daya beli mata uang tertentu dari waktu ke waktu. Perkiraan kuantitatif dari tingkat di mana penurunan daya beli terjadi dapat tercermin dalam peningkatan tingkat harga rata-rata dari barang dan jasa yang dipilih dalam suatu perekonomian selama beberapa periode waktu.

Inflasi dapat dikontraskan dengan deflasi, yang terjadi ketika daya beli uang meningkat dan harga turun.

Inflasi adalah kemerosotan nilai tukar sebuah mata uang karena banyaknya jumlah serta cepatnya uang beredar yang menyebabkan naiknya harga barang dan jasa.

Pengertian lain menurut Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa inflasi adalah keadaan perekonomian negara di mana ada kecenderungan kenaikan harga-harga dan jasa dalam waktu panjang. Hal ini disebabkan karena tidak seimbangnya arus uang dan barang.

Namun, kenaikan harga sifatnya sementara, misal kenaikan harga menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri tidak termasuk ke dalam inflasi.

Tingkat inflasi biasanya dapat bisa diukur dengan indikator Indeks Harga Konsumen (IHK). Inflasi yang diukur IHK dikelompokkan dalam 7 kelompok pengeluaran, antara lain adalah:

  • Kelompok bahan makanan
  • Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau
  • Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar
  • Kelompok sandang
  • Kelompok kesehatan
  • Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga
  • Kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Angka Inflasi di Indonesia

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Data inflasi di Indonesia dapat dilihat menggunakan indikator ekonomi salah satunya adalah https://www.bi.go.id/id/statistik/indikator/data-inflasi.aspx. Berikut data inflasi Indonesia 10 bulan terakhir pada saat artikel ini ditulis:

TanggalData Inflasi
Agustus 20211.59 %
Juli 20211.52 %
Juni 20211.33 %
Mei 20211.68 %
April 20211.42 %
Maret 20211.37 %
Februari 20211.38 %
Januari 20211.55 %
Desember 20201.68 %
November 20201.59 %

Apa Penyebab Inflasi?

Jumlah Permintaan Meningkat

Permintaan (demand) pada suatu barang/ jasa terntentu meningkat. Pada saat terjadi peningkatan permintaan sementara ketersediaan barang/ jasa tidak mencukupi, maka akan terjadi kenaikan harga.

Meningkatnya Biaya Produksi

Inlflasi dapat pula dikarenakan biaya produksi meningkat, misalnya karena kenaikan harga bahan baku, biaya produksi, atau naiknya upah karyawan.

Peredaran Uang

Jika jumlah uang beredar tinggi, maka dapat memicu inflasi, ini terjadi karena jumlah uang di masyarakat meningkat, maka harga barang akan mengikuti kenaikan. Disebabkan oleh kenaikan daya beli masyarakat pada saat yang sama stok barang tidak meningkat sehingga harga barang ikut naik.

Beberapa Jenis Inflasi berdasarkan dampak ekonomi

Inflasi Ringan

Inflasi rendah adalah inflasi yang mudah dikendalikan serta belum terlalu mengganggu perekonomian negara. Kenaikan harga barang/jasa di bawah 10% per tahun masih relatif dapat dikendalikan masuk dalam ketegori inflasi ringan.

Inflasi Sedang

Inflasi sedang adalah kenaikan harga barang/jasa antara kisaran 10%-30 per tahun. Inflasi sedang ini memberikan dampak penurunan kesejahteraan masyarakat, tetapi belum dalam tahap membahayakan sebuah negara.

Inflasi Berat

Inflasi berat adalah inflasi yang ada di angka 30%-100% per tahun. Pada saat terjadi inflasi berat masyarakat cenderung menimbun barang dan lebih takut untuk menyimpan uang karena suku bunga yang lebih rendah daripada nilai inflasi.

Inflasi Sangat Berat (Hyperinflation)

Pada saat inflasi berada di angka kisaran 100% per tahun, sulit dikendalikan oleh kebijakan fiskal dan moneter, ini masuk ke dalam situasi hiper inflasi.

Dampak Inflasi

Dalam sebuah keadaan normal, inflasi pada angka 3-4% per tahun dengan toleransi deviasi antara 1 % -2%. Inflasi yang tinggi dapat menyebab daya beli masyarakat tergerus, dan jika daya beli masyakarat rendah maka otomatis pertumbuhan ekonomi akan melambat stagnan bahkan menurun. Inflasi juga memberi merugikan konsumen dikarenakan gaji atau penghasilan tetap, namun biaya pengeluaran atau belanja melambung tinggi.

Dampak berikutnya dari inflasi adalah berdampak pada kemampuan ekspor. Akibat inflasi, biaya ekspor jadi lebih mahal dan daya saing produk ekspor dapat menurun yang menyebabkan pendapatan devisa sebuah negara berkurang.

Pada saat terjadi inflasi, minat masyarakat menabung di bank pada umumnya menurun, hal ini disebabkan karena bunga simpan tabungan di bank menjadi lebih kecil tergerus arus inflasi, belum lagi ada potongan biaya administrasi bank setiap bulan sehingga bunga yang didapatkan nasabah menjadi minim.

Pada hal kestabilan kurs mata uang, inflasi memberikan dampak terhadap barang jasa dengan negara lain. Misal mata uang negara kita melemah, dan kita menggunakan barang/jasa negara lain dalam harga tetap maka sebenarnya harga yang kita bayarkan menjadi lebih mahal dikarenakan mata uang kita melemah.

0 Shares

Adi Pramono

Adi Pramono adalah seorang web developer, juga seorang penulis lepas yang gemar membagikan tulisan tentang isu sosial, investasi, dan teknologi.

This Post Has 0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen + fourteen =

Back To Top