skip to Main Content
Faktor Yang Mempengaruhi Harga Emas

Faktor Yang Mempengaruhi Harga Emas

0 Shares

Pada saat ini, emas diperdagangkan di dunia bukan hanya untuk tujuan investasi dan perhiasan, tetapi di jaman modern ini emas juga digunakan dalam pembuatan perangkat elektronik dan medis tertentu. Emas (per September 2021) berada pada harga $1.750 per troy ounce, dan meskipun turun lebih dari $250 sejak September 2020, masih naik jauh dari level di bawah 100$ per troy ounce yang terlihat sekitar 50 tahun lalu. Sebenarnya faktor apa saja yang mendrong harga logam mulia ini lebih tinggi dari waktu ke waktu?

Emas adalah salah satu logam mulia yang digemari untuk investasi, seperti instrumen investasi lain harga emas adalah fluktuatif dari waktu ke waktu, dalam jangka relatif panjang harga emas cenderung mengalami kenaikan.

Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas.

1. Cadangan Bank Sentral

Bank sentral mendiversifikasi cadangan moneter mereka dalam bentuk uang kertas dan emas. Jika bank – bank besar menambah cadangan dalam bentuk emas harga emas biasanya naik.

2. Harga Dolar Index Amerika Serikat

Harga emas umumnya berbanding terbalik dengan nilai dolar Amerika Serikat karena logamnya berdenominasi dolar. Jika dolar AS yang lebih kuat, cenderung harga emas turun, sementara, jika dolar AS yang lebih lemah kemungkinan akan mendorong harga emas naik lebih tinggi melalui peningkatan permintaan (karena lebih banyak emas dapat dibeli saat dolar melemah).

3. Permintaan dan Penawaran Emas

Harga emas dapat dipengaruhi oleh teori dasar penawaran dan permintaan, juga terkait dengan ketidakpastian kondisi global seperti situasi ekonomi, krisis, resesi, politik, perang, dapat menjadi faktor pemicu naik atau turunnya harga emas. Pada saat terjadi perang atau krisis, cenderung harga emas akan naik.

4. Kebijkakan moneter Amerika Serikat

Perubahan kebijkan institusi Amerika Serikat pada seperti Federal Reserve System, sistem perbankan sentral Amerika Serikat borpotensi mempengaruhi harga emas. Misal jika The FED menurunkan suku bunga, emas akan berpotensi naik karena dolar menjadi pilihan yang kurang menarik untuk investasi dan pelaku pasar dapat menempatkan uangnya dalam aset lain termasuk emas untuk pelindung nilai. Sebaliknya jika The FED menurunkan suku bunga, harga emas cenderung ikut terkoreksi turun.

5. Inflasi

Inflasi secara umum adalah sebuah keadaan dimana harga barang – barang menjadi naik. Semakin tinggi tingkat inflasi maka semakin mahal pula harga emas. Pada saat inflasi, sebagian institusi memandang emas sebagai pengaman nilai harta.

6. Produksi Emas

Pemain utama di pertambangan emas dunia antaralain termasuk Cina, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia, Rusia, dan Peru. Produksi emas dunia mempengaruhi harga emas, contoh lain dari supply yang memenuhi permintaan.

Namun, meskipun meningkat selama rentang sepuluh tahun, produksi penambangan emas tidak berubah secara signifikan sejak 2016. Salah satu alasannya adalah bahwa “emas mudah” telah ditambang; penambang kini harus menggali lebih dalam untuk mengakses cadangan emas berkualitas. Fakta bahwa emas lebih sulit untuk diakses menimbulkan masalah tambahan: penambang terkena bahaya tambahan, dan dampak lingkungan meningkat. Singkatnya, harganya lebih mahal untuk mendapatkan lebih sedikit emas. Ini menambah biaya produksi tambang emas, terkadang mengakibatkan harga emas lebih tinggi.

7. Manipulasi dan Spekulasi

Sebagai instrumen investasi dunia, pergerakan harga emas tak luput dari spekulasi dan manipulasi pasar. Misalnya pada tahun 2020 lalu, JP Morgan membayarkan denda $920 juta dolar AS ke pemerintah karena terbukti melakukan manipulasi harga. Di sisi lain, sebagai pembanding harga logam lain seperti bijih besi telah naik 200% sejak Maret 2020, namun harga emas cenderung turun dari 2020 lalu beberapa spekulasi pasar menuduh pemerintah AS menahan harga emas untuk mempertahankan sentimen pasar tentang kekuatan dolar AS dengan narasi inflasi pasca pandemi Covid19 adalah sementara.

0 Shares

Adi Pramono

Adi Pramono adalah seorang web developer, juga seorang penulis lepas yang gemar membagikan tulisan tentang isu sosial, investasi, dan teknologi.

This Post Has 0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × three =

Back To Top