skip to Main Content
Web Development Process

Mengenal 3 Environments Web Development: Local, Staging, & Live

0 Shares

Proses pembangunan website untuk tiap orang tentu berbeda, dan tergantung dengan situasi. Namun secara umum, setidaknya ada tiga environment tempat dimana web tersebut hidup.

Dari pengalaman saya, dengan mengaplikasikan metode pembangunan web dari local, staging, dan live, dapat membantu sistematisasi pembangunan website agar lebih efektif. Yuk, mari kita bahas.

Local environment

Local website adalah situs yang hidup di dalam komputer pribadi dan kebanyakan hanya bisa diakses oleh satu orang developer saja, walau kadang ada fitur sharing namun lebih sering situs local ini ditujukan untuk proses development awal atau testing oleh satu orang developer. Misal, untuk kasus troubleshooting, developer dapat membuat kloning dari situs live lalu di dalam versi lokal ini dapat dilakukan troubleshoot atau inspeksi tanpa menggangu situs yang sedang live.

Local website ini dapat dibuat dengan menggunakan local Apache, atau Nginx dengan bantuan tools seperti Mamp, Xampp, Local, atau virtualisasi local server lainnya. Dengan situs lokal ini, website dapat diakses tanpa jaringan internet, karena server yang digunakan adalah komputer sendiri.

Situs lokal ini biasanya menggunakan .tld akhiran domain seperti adipramono.localhost, adipramono.local, adipramono.dev.

Staging environment

Beberapa web hosting seperti Getflywheel, WP Engine, dan hosting lain menawarkan fitur staging ini secara bawaan. Staging adalah versi website yang dapat diakses secara bersamaan oleh beberapa orang/developer secara online, kadang dilindungi oleh login wall.

Pada umumnya versi staging digunakan untuk testing atau debuging secara live. Website yang dalam masih dalam proses pengerjaan dapat menggunakan staging environment ini, karena bebepa pekerja dapat melakukan kerjaan secara bersamaan dalam satu server yang umumnya tersembunyi dari publik.

Website versi staging ini dapat menggunkan hanya alamat ip saja, misal 159.89.151.5, atau dapat pula menggukan sub domain misal: staging.adipramono.com, dev.adipramono.com atau sub directory misal: adipramono.flywheelstaging.com.

Live site

Versi situs yang ditampilkan ke publik biasanya adalah versi final atau versi stabil. Situs versi live pada umumnya adalah situs yang telah selesai diuji dari staging dan memiliki fitur yang berfungsi.

Versi final ini pada umumnya menggunakan domain utama misal adipramono.com.

Kesimpulan

Memisahkan environment situs merupakan metode untuk menjaga agar situs live tetap hidup tanpa kendala selama development, atau jika situs adalah baru dibuat – memastikan agar pengunjung melihat situs yang telah benar benar siap tayang, selesai dan teruji.

Pemisahan versi ini dapat pula bermanfaat jika situs utama mendapat gangguan, maka versi staging dapat langsung di push ke live dan situs utama dapat hidup kembali normal.

0 Shares

Adi Pramono

Adi Pramono adalah seorang web developer, juga seorang penulis lepas yang gemar membagikan tulisan tentang isu sosial, investasi, dan teknologi.

This Post Has 0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 4 =

Back To Top